Kawasan TNGGP sendiri merupakan area konservasi yang memiliki fungsi ekologis penting, seperti menjaga keanekaragaman hayati, sumber mata air, serta kestabilan tanah di wilayah hulu. Karena itu, setiap aktivitas pembangunan di dalam maupun sekitar kawasan konservasi wajib melalui prosedur ketat dan pengawasan berlapis.
Transparansi informasi menjadi kunci untuk membangun kepercayaan publik. Sosialisasi yang menyeluruh memungkinkan warga memahami potensi manfaat, risiko, serta langkah mitigasi yang akan dilakukan.
Sementara itu, Humas PT Daya Mas Geopatra Pangrango, Imron, menyatakan pihaknya telah beberapa kali melakukan sosialisasi di sejumlah titik.
“Saya sudah sering melakukan sosialisasi. Bagi masyarakat yang belum mendapatkan informasi, mungkin pada saat kegiatan kami tidak hadir,” ujarnya melalui pesan singkat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada forum resmi yang mempertemukan seluruh warga terdampak langsung dengan pihak pengembang untuk membahas secara terbuka rencana proyek geothermal tersebut.
Ke depan, dialog terbuka antara perusahaan, pemerintah daerah, pengelola taman nasional, dan masyarakat menjadi langkah penting agar setiap kebijakan pembangunan tetap memperhatikan aspek lingkungan, sosial, serta keselamatan warga.
Editor : Ayi Sopiandi
Artikel Terkait
