CIANJUR, iNewsCianjur.id – Polsek Cibinong tak lagi menganggap perang sarung sebagai sekadar permainan anak-anak.
Aparat memberi peringatan tegas kepada para remaja yang masih nekat melakukan aksi tersebut, terutama pada malam hari.
Kapolsek Cibinong, AKP Roni Romdhon, menegaskan bahwa perang sarung kini kerap berubah menjadi aksi berbahaya. Modusnya pun makin mengkhawatirkan, sarung diisi benda keras agar lebih mematikan saat diayunkan ke lawan.
“Awalnya memang permainan tradisional, tapi sekarang sering disalahgunakan. Kalau sudah melukai orang, itu bukan lagi bercanda, tapi bisa masuk ranah pidana,” tegasnya, Jumat (20/2/2026).
Tak hanya perang sarung, polisi juga menyoroti maraknya tawuran antar kelompok remaja yang kerap terjadi saat malam hingga dini hari. Aksi tersebut dinilai meresahkan warga dan berpotensi menimbulkan korban serius.
Sebagai respons, jajaran Polsek Cibinong meningkatkan patroli di titik-titik rawan serta melakukan pendekatan ke sekolah dan tokoh masyarakat. Orang tua pun diminta lebih peka terhadap aktivitas anak-anaknya di luar rumah, terutama pada malam hari.
“Kami tidak akan ragu bertindak tegas sesuai hukum yang berlaku jika menemukan pelaku tawuran maupun perang sarung yang mengganggu ketertiban,” ujar Roni.
Polisi berharap peringatan ini menjadi alarm keras bagi para remaja dan orang tua. Energi muda, kata dia, seharusnya disalurkan ke kegiatan positif bukan justru berujung di kantor polisi.
Editor : Ayi Sopiandi
Artikel Terkait
