Pendakian Gunung Gede Pangrango Tutup hingga 12 April, TNGGP Tegaskan Bukan karena Proyek Geothermal
CIANJUR, iNewsCianjur.id – Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) resmi memperpanjang penutupan seluruh jalur pendakian hingga 12 April 2026.
Kebijakan tersebut disampaikan melalui surat edaran yang ditujukan kepada para calon pendaki, wisatawan, masyarakat umum, serta komunitas pecinta alam.
Pengumuman resmi juga telah dipublikasikan melalui akun Instagram Balai Besar TNGGP pada Jumat (13/3/2026).
Namun, di kolom komentar muncul berbagai spekulasi dari warganet yang mengaitkan penutupan jalur pendakian dengan proyek panas bumi (geothermal) di kawasan taman nasional.
Menanggapi hal tersebut, Humas Balai Besar TNGGP, Agus Deni, menegaskan bahwa penutupan jalur pendakian dilakukan semata-mata sebagai langkah antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat membahayakan keselamatan pengunjung.
“Penutupan ini dilakukan sebagai upaya meminimalkan risiko kecelakaan akibat cuaca ekstrem, sekaligus memberikan waktu bagi ekosistem kawasan untuk melakukan pemulihan,” ujar Agus Deni saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Jumat (13/3/2026).
Terkait beragam komentar yang muncul di media sosial, Agus menilai hal tersebut sebagai dinamika yang wajar di ruang publik.
“Dinamika itu,” ujarnya singkat.
Dalam surat edaran tersebut dijelaskan bahwa selama masa penutupan, seluruh jalur pendakian di kawasan TNGGP tidak dibuka untuk aktivitas pendakian.
Kebijakan ini juga merujuk pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya yang telah diperbarui melalui Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024.
Sementara itu, bagi calon pendaki yang telah melakukan pendaftaran untuk jadwal pendakian pada 1–12 April 2026, pihak TNGGP mengimbau agar segera menghubungi Call Center BBTNGGP untuk melakukan penjadwalan ulang (reschedule) atau pengembalian dana (refund).
Editor : Ayi Sopiandi
Artikel Terkait
