Di Balik Dinding Spanduk dan Plastik, Asa Sepasang Pasutri Menanti Uluran Tangan

Gusti Wilantara
Pasangan suami istri Asep dan Hindun tinggal di gubuk reyot berdinding plastik, btuh perhatian pemerintah. Foto: Gusti Wilantara.

CIANJUR, iNewsCianjur.id – Di sudut Kampung Logok Loa, Desa Sukajadi, Kecamatan Cibinong, potret kemiskinan masih tampak nyata. 

Di tengah hamparan perkampungan yang sederhana, berdiri sebuah gubuk kecil yang nyaris tak menyerupai rumah. Dindingnya bukan dari bata atau papan, melainkan spanduk bekas dan lembaran plastik yang mulai rapuh dimakan usia.

Di tempat itulah Asep Suhendi (68) dan istrinya, Hindun (56), menghabiskan hari-hari mereka.

Bagi pasangan suami istri paruh baya itu, gubuk tersebut bukan sekadar tempat berteduh. Meski jauh dari kata layak huni, bangunan sederhana itu menjadi satu-satunya tempat yang mereka miliki untuk beristirahat dan berlindung dari panas maupun hujan.

Namun, perlindungan yang mereka dapatkan sangatlah terbatas. Saat angin kencang datang, dinding plastik bergoyang seolah siap terlepas kapan saja. Ketika hujan turun, air dengan mudah merembes masuk dari celah-celah atap dan dinding.

“Kalau hujan pasti bocor. Air masuk ke dalam,” ujar Asep lirih, Kamis (12/3/2026).

Di dalam gubuk sempit itu hampir tak ada perabot yang berarti. Lantai tanah yang lembap menjadi saksi keseharian mereka menjalani hidup dalam keterbatasan. Setiap malam, pasangan ini harus menghadapi dinginnya udara yang menembus dinding plastik tipis.

Meski demikian, Asep dan Hindun tetap bertahan. Mereka menjalani hidup dengan penuh kesabaran, sambil menyimpan harapan suatu hari kondisi mereka dapat berubah.

Editor : Ayi Sopiandi

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network