Perceraian di Cianjur Tembus 2.455 Perkara, Gugatan Istri Dominan, Faktor Ekonomi Masih Jadi Pemicu
Jika dibandingkan periode sebelumnya, PA Cianjur memperkirakan jumlah perceraian tahun ini berpotensi melampaui capaian 2025 yang mencapai 4.805 perkara. Pada tahun lalu, faktor ekonomi menjadi penyebab utama sebanyak 2.495 perkara, disusul perselisihan dan pertengkaran sebanyak 2.112 perkara.
Menurut Ahmad Yani, tren peningkatan perkara biasanya terjadi memasuki semester kedua setiap tahunnya, terutama mulai Agustus hingga Oktober.
"Angka perceraian sekarang mengalami peningkatan. Baru awal Juli sudah mencapai 2.455 perkara. Biasanya lonjakan mulai terjadi pada Agustus, sehingga September hingga Oktober jumlahnya bisa lebih tinggi lagi," ujarnya.
PA Cianjur juga menyoroti fenomena berubahnya pola pengungkapan penyebab perceraian terkait praktik judi online. Meski secara administratif perkara yang mencantumkan judi online hanya 24 kasus, turun dibandingkan 102 perkara pada 2025, pihak pengadilan menilai angka tersebut belum menggambarkan kondisi sebenarnya.
Menurut Ahmad Yani, banyak penggugat kini tidak lagi mencantumkan judi online sebagai alasan utama perceraian. Sebaliknya, mereka lebih memilih menggunakan alasan ekonomi atau suami tidak memberikan nafkah.
Editor: Ayi Sopiandi