Libur MBG Bikin Belanja Dapur Lebih Hemat, Ibu Rumah Tangga di Cianjur Rasakan Manfaat Turun Harga
Menurutnya, dengan harga yang lebih terjangkau, keluarganya kini bisa lebih sering mengonsumsi lauk bergizi tanpa harus khawatir pengeluaran membengkak.
Hal senada disampaikan Euis Hasanah (50), pedagang nasi di Kelurahan Muka, Kecamatan Cianjur. Ia menilai turunnya harga telur dan ayam tidak hanya menguntungkan pelaku usaha kuliner, tetapi juga masyarakat sebagai konsumen.
"Saat dapur MBG masih beroperasi, harga telur sempat mencapai Rp37 ribu sampai Rp39 ribu per kilogram. Sekarang turun menjadi sekitar Rp25 ribu sehingga lebih terjangkau," katanya.
Sementara itu, pedagang sayur keliling, Anwar (43), warga Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, mengaku penurunan harga membuat daya beli masyarakat kembali meningkat.
"Sejak MBG libur, harga telur dan ayam ikut turun. Pembeli jadi lebih banyak karena harganya kembali terjangkau," ujarnya.
Meski demikian, masyarakat berharap harga bahan pokok tetap stabil meski operasional dapur MBG kembali berjalan. Stabilitas harga dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat, khususnya keluarga berpenghasilan menengah ke bawah.
Editor : Ayi Sopiandi