Libur MBG Bikin Belanja Dapur Lebih Hemat, Ibu Rumah Tangga di Cianjur Rasakan Manfaat Turun Harga
CIANJUR, iNewsCianjur.id – Penghentian sementara operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selama masa libur sekolah membawa dampak pada penurunan harga sejumlah bahan pangan di Kabupaten Cianjur.
Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh para ibu rumah tangga yang mengaku pengeluaran belanja dapur menjadi lebih ringan.
Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar tradisional, harga telur ayam yang sebelumnya berada di kisaran Rp35 ribu hingga Rp39 ribu per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp25 ribu per kilogram.
Sementara harga daging ayam ras yang sempat mencapai Rp46 ribu per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp34 ribu per kilogram.
Mimin (38), ibu rumah tangga asal Cianjur, mengatakan penurunan harga bahan pangan tersebut sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.
"Biasanya belanja telur dan ayam cukup menguras anggaran. Sekarang harganya turun, jadi uang belanja bisa lebih hemat dan sisanya bisa dipakai untuk kebutuhan lainnya," ujarnya, Senin (29/6/2026).
Menurutnya, dengan harga yang lebih terjangkau, keluarganya kini bisa lebih sering mengonsumsi lauk bergizi tanpa harus khawatir pengeluaran membengkak.
Hal senada disampaikan Euis Hasanah (50), pedagang nasi di Kelurahan Muka, Kecamatan Cianjur. Ia menilai turunnya harga telur dan ayam tidak hanya menguntungkan pelaku usaha kuliner, tetapi juga masyarakat sebagai konsumen.
"Saat dapur MBG masih beroperasi, harga telur sempat mencapai Rp37 ribu sampai Rp39 ribu per kilogram. Sekarang turun menjadi sekitar Rp25 ribu sehingga lebih terjangkau," katanya.
Sementara itu, pedagang sayur keliling, Anwar (43), warga Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, mengaku penurunan harga membuat daya beli masyarakat kembali meningkat.
"Sejak MBG libur, harga telur dan ayam ikut turun. Pembeli jadi lebih banyak karena harganya kembali terjangkau," ujarnya.
Meski demikian, masyarakat berharap harga bahan pokok tetap stabil meski operasional dapur MBG kembali berjalan. Stabilitas harga dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat, khususnya keluarga berpenghasilan menengah ke bawah.
Di sisi lain, hubungan langsung antara penghentian sementara operasional MBG dengan turunnya harga komoditas pangan masih memerlukan kajian lebih lanjut.
Pasalnya, pergerakan harga juga dipengaruhi berbagai faktor lain seperti pasokan, distribusi, serta dinamika permintaan di pasar.
Editor : Ayi Sopiandi