CIANJUR, iNewsCianjur.id – Pihak SMP Negeri 3 Cibinong menyatakan akan mengambil langkah pembinaan terhadap sejumlah siswa yang diduga terlibat dalam perkelahian yang menyerupai aksi gladiator.
Peristiwa tersebut terjadi di luar lingkungan sekolah dan sempat terekam video hingga beredar luas di media sosial.
Kepala SMPN 3 Cibinong, Yan Yan Shofyan, menegaskan bahwa pihak sekolah sangat menyesalkan kejadian tersebut karena bertentangan dengan nilai-nilai pendidikan, karakter, dan kedisiplinan yang selama ini ditanamkan kepada siswa.
“Sekolah akan memanggil siswa yang terlibat beserta orang tua mereka untuk dilakukan pembinaan secara menyeluruh,” ujar Yan Yan Shofyan, Kamis (22/1/2026).
Ia menjelaskan, pembinaan akan dilakukan secara edukatif dengan melibatkan guru Bimbingan Konseling (BK) serta wali kelas, agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.
“Pembinaan akan difokuskan pada pembentukan karakter dan tanggung jawab siswa,” tambahnya.
Menurut Yan Yan, pihak sekolah baru mengetahui kejadian tersebut pada Selasa sore setelah video perkelahian beredar di media sosial. Sementara berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi pada malam Minggu sekitar pukul 22.00 WIB.
Untuk memastikan kebenaran identitas siswa yang terekam dalam video, pihak sekolah langsung mendatangi rumah siswa yang bersangkutan. Dari pengakuan salah satu siswa, dipastikan bahwa terdapat siswa SMPN 3 Cibinong yang terlibat dalam peristiwa tersebut.
“Sekolah akan memperkuat pengawasan serta memberikan edukasi agar siswa lebih memahami konsekuensi dari setiap tindakan,” jelasnya.
Pihak SMPN 3 Cibinong berharap, langkah pembinaan ini dapat menjadi pembelajaran bagi seluruh siswa agar menjaga sikap, menjunjung nilai solidaritas yang positif, serta turut menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif.
Sementara itu, di tempat terpisah, Kepala Sekolah SMA/SMP Citra Nusantara Sindangbarang, Sodikman, saat dihubungi melalui sambungan telepon, menyatakan sikap tegas terhadap siswa yang terlibat dalam perkelahian serupa.
“Siswa yang terlibat langsung kami keluarkan karena tindakan tersebut merusak citra sekolah dan bertentangan dengan nilai pendidikan,” tegasnya.
Editor : Ayi Sopiandi
Artikel Terkait
