CIANJUR, iNewsCianjur.id – Dunia pendidikan kembali tercoreng. Sebuah dugaan perkelahian antarpelajar mengguncang Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur.
Setelah tantangan adu fisik bertema gladiator tersebar melalui media sosial dan berujung bentrokan nyata di lapangan.
Insiden tersebut diduga melibatkan sejumlah pelajar dari SMA/SMP Citra Nusantara Sindangbarang dengan pelajar SMPN 3 Cibinong. Tantangan perkelahian bermula dari pesan singkat di media sosial yang berisi ajakan duel layaknya pertarungan gladiator, yang kemudian disepakati kedua belah pihak.
Kapolsek Sindangbarang Polres Cianjur, AKP Dadang Rustandi, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Berdasarkan hasil pengumpulan bahan keterangan, perkelahian terjadi pada Sabtu (17/1/2025) sekitar pukul 22.00 WIB di Kampung Sedekan RT 01 RW 05, Desa Mekarlaksana, Kecamatan Sindangbarang.
“Dugaan perkelahian gladiator ini melibatkan murid SMA/SMP Citra Nusantara Sindangbarang dengan murid SMPN 3 Cibinong. Kejadian berlangsung di luar lingkungan sekolah,” ujar AKP Dadang, Rabu (21/1/2026).
Perkelahian yang terjadi pada malam hari tersebut sempat mengundang perhatian dan kerumunan warga sekitar. Beruntung, aksi kekerasan itu dapat segera dilerai sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Namun nahas, seorang pelajar dilaporkan mengalami patah kaki setelah ditabrak oleh salah satu pelajar dari SMPN 3 Cibinong.
Pihak kepolisian menegaskan akan melakukan penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, AKP Dadang mengimbau para pelajar agar tidak mudah terprovokasi oleh ajakan kekerasan, baik secara langsung maupun melalui media sosial.
“Kami mengingatkan agar para pelajar menjauhi kekerasan dan bijak menggunakan media sosial. Jangan sampai emosi sesaat menghancurkan masa depan,” tegasnya.
Polisi juga menekankan pentingnya peran orang tua dan pihak sekolah dalam melakukan pengawasan serta pembinaan karakter, termasuk mengajarkan penyelesaian konflik secara damai.
Kasus ini menjadi peringatan keras akan bahaya penyalahgunaan media sosial yang dapat memicu tindakan brutal, khususnya di kalangan remaja, serta menjadi alarm bagi semua pihak untuk lebih serius menjaga generasi muda dari budaya kekerasan.
Editor : Ayi Sopiandi
Artikel Terkait
