Selain sektor pertanian, Komisi II turut mengkritisi kinerja UPTD Pengembangan Ternak Ruminansia Cianjur (PTRC) di Kecamatan Agrabinta. Aziz menyebut pengelolaan UPTD tersebut tidak sebanding dengan anggaran operasional yang dikeluarkan.
“Jumlah ternak yang dikembangkan hanya sekitar 23 ekor sapi, tapi biaya operasionalnya cukup besar. Ini perlu dievaluasi serius, termasuk penempatan ASN yang dinilai bisa lebih efektif jika dialihkan ke unit lain,” ujarnya.
Komisi II juga mendorong DPKHP agar lebih jeli melihat peluang, khususnya dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan pasokan telur dan daging dalam jumlah besar.
“Selama ini bahan baku MBG masih banyak disuplai dari luar Cianjur. Padahal ini peluang besar bagi peternak lokal, misalnya melalui program ayam petelur yang terintegrasi,” tegas Aziz.
Ia berharap sektor peternakan mendapat porsi anggaran dan perhatian yang lebih serius agar mampu mendorong kemandirian pangan sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat Cianjur.
Editor : Ayi Sopiandi
Artikel Terkait
