DPRD Cianjur Soroti Bantuan Alsintan Tumpang Tindih dan Efektivitas UPTD Ruminansia

Gusti Wilantara
Kegiatan rapat DPRD Kabupaten Cianjur. Foto: ist.

CIANJUR, iNewsCianjur.id – Komisi II DPRD Kabupaten Cianjur menyoroti tumpang tindih bantuan alat mesin pertanian (alsintan) serta lemahnya efektivitas pengelolaan sektor peternakan saat menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama dua dinas teknis, belum lama ini.

RDP yang digelar di Ruang Rapat Badan Anggaran DPRD Cianjur itu menghadirkan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) serta Dinas Peternakan, Kesehatan Hewan dan Perikanan (DPKHP), dengan agenda evaluasi kinerja 2025 dan pemaparan rencana kegiatan 2026. Rapat dipimpin langsung Ketua Komisi II DPRD Cianjur, Aziz Muslim.

Aziz menilai penyaluran bantuan alsintan masih belum merata dan cenderung berulang pada kelompok petani yang sama. Hal itu terjadi karena bantuan serupa juga datang dari pemerintah pusat dan provinsi tanpa pendataan terpadu.

“Masih banyak petani di Cianjur yang sama sekali belum pernah menerima bantuan. Seharusnya pemerintah daerah menyisir kelompok yang benar-benar belum tersentuh program, agar keadilan sosial bisa dirasakan,” kata Aziz.

Ia juga menekankan pentingnya ketepatan guna dan sasaran dalam pemberian bantuan. Menurutnya, di lapangan masih ditemukan petani yang menerima alat yang tidak sesuai kebutuhan, sementara petani yang membutuhkan justru tidak kebagian.

Selain sektor pertanian, Komisi II turut mengkritisi kinerja UPTD Pengembangan Ternak Ruminansia Cianjur (PTRC) di Kecamatan Agrabinta. Aziz menyebut pengelolaan UPTD tersebut tidak sebanding dengan anggaran operasional yang dikeluarkan.

“Jumlah ternak yang dikembangkan hanya sekitar 23 ekor sapi, tapi biaya operasionalnya cukup besar. Ini perlu dievaluasi serius, termasuk penempatan ASN yang dinilai bisa lebih efektif jika dialihkan ke unit lain,” ujarnya.

Komisi II juga mendorong DPKHP agar lebih jeli melihat peluang, khususnya dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan pasokan telur dan daging dalam jumlah besar.

“Selama ini bahan baku MBG masih banyak disuplai dari luar Cianjur. Padahal ini peluang besar bagi peternak lokal, misalnya melalui program ayam petelur yang terintegrasi,” tegas Aziz.

Ia berharap sektor peternakan mendapat porsi anggaran dan perhatian yang lebih serius agar mampu mendorong kemandirian pangan sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat Cianjur.

Editor : Ayi Sopiandi

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network