Cianjur Jadi Peringkat ke Lima ODGJ di Jabar, Yayasan Rumah Pulih Jiwa: Bisa Jadi Lebih 6 Ribu Jiwa
Selain persoalan pendataan, Rukman juga menyoroti dugaan masih adanya praktik pembuangan ODGJ dari luar daerah ke wilayah perbatasan Kabupaten Cianjur. Menurutnya, lembaga yang dipimpinnya hampir setiap bulan menemukan ODGJ baru yang berkeliaran di sejumlah ruas jalan dan ruang publik.
"Kami cukup sering menemukan ODGJ baru di lapangan. Ada dugaan sebagian berasal dari luar daerah dan ditinggalkan di wilayah perbatasan Cianjur. Dugaan ini tentu perlu ditelusuri dan menjadi perhatian pemerintah maupun aparat terkait," ujarnya.
Ia menilai penanganan ODGJ tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Kolaborasi dengan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS), tenaga kesehatan, rumah sakit, aparat pemerintah desa, hingga masyarakat dinilai menjadi kunci agar layanan rehabilitasi dapat berjalan lebih efektif.
"LKS harus menjadi mitra strategis pemerintah. Dengan kolaborasi yang kuat, penanganan ODGJ dapat dilakukan secara lebih terarah, berkelanjutan, dan tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan," tegasnya.
Editor : Ayi Sopiandi