Balita di Cianjur Meninggal Bukan Karena MBG, Diduga Akibat Syok Septik dan Pembengkakan Jantung
Sebelumnya, balita tersebut sempat menjalani perawatan di Puskesmas Leles setelah mengalami gejala mual, muntah, dan diare. Kepala Puskesmas Leles, Tedi Nugraha, menjelaskan bahwa pasien pertama kali datang pada Sabtu (18/4/2026) dan sempat menunjukkan perbaikan setelah mendapatkan penanganan medis.
“Pasien sempat membaik dan diperbolehkan pulang pada Minggu sore,” kata Tedi.
Namun, kondisi balita kembali menurun beberapa hari kemudian. Pada Rabu (22/4/2026), pasien kembali dibawa ke Puskesmas dengan kondisi lemas dan kehilangan nafsu makan.
Tim medis kemudian merujuknya ke RSUD Pagelaran untuk penanganan lanjutan.
Di rumah sakit, kondisi pasien sudah dalam keadaan serius.
Kabid Medik RSUD Pagelaran, dr. Willy, menyebut pasien mengalami penurunan kesadaran dan gejala infeksi berat saat tiba di IGD.
“Pasien datang dengan kondisi lemas, kesadaran menurun, serta terdapat pembengkakan di kaki dan tangan. Setelah pemeriksaan, diagnosis mengarah pada syok septik,” jelasnya.
Ia menambahkan, berdasarkan riwayat medis, pasien sebelumnya mengalami diare selama beberapa hari, yang berpotensi memicu infeksi serius pada tubuh.
Editor: Ayi Sopiandi