Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dua Pegawai Bank BUMN Jadi Tersangka Korupsi Kredit Rp3,86 Miliar di Cianjur
Advertisement . Scroll to see content

Balita di Cianjur Meninggal Bukan Karena MBG, Diduga Akibat Syok Septik dan Pembengkakan Jantung

Minggu, 26 April 2026 | 20:00 WIB
  • author Ricky Susan
Balita di Cianjur Meninggal Bukan Karena MBG, Diduga Akibat Syok Septik dan Pembengkakan Jantung
Klarifikasi orang tua balita yang meninggal akibat pembengkakan jantung, bukan karena MBG. Foto: capture. (Ist).

Sebelumnya, balita tersebut sempat menjalani perawatan di Puskesmas Leles setelah mengalami gejala mual, muntah, dan diare. Kepala Puskesmas Leles, Tedi Nugraha, menjelaskan bahwa pasien pertama kali datang pada Sabtu (18/4/2026) dan sempat menunjukkan perbaikan setelah mendapatkan penanganan medis.

“Pasien sempat membaik dan diperbolehkan pulang pada Minggu sore,” kata Tedi.
Namun, kondisi balita kembali menurun beberapa hari kemudian. Pada Rabu (22/4/2026), pasien kembali dibawa ke Puskesmas dengan kondisi lemas dan kehilangan nafsu makan. 

Tim medis kemudian merujuknya ke RSUD Pagelaran untuk penanganan lanjutan.
Di rumah sakit, kondisi pasien sudah dalam keadaan serius.

Kabid Medik RSUD Pagelaran, dr. Willy, menyebut pasien mengalami penurunan kesadaran dan gejala infeksi berat saat tiba di IGD.

“Pasien datang dengan kondisi lemas, kesadaran menurun, serta terdapat pembengkakan di kaki dan tangan. Setelah pemeriksaan, diagnosis mengarah pada syok septik,” jelasnya.

Ia menambahkan, berdasarkan riwayat medis, pasien sebelumnya mengalami diare selama beberapa hari, yang berpotensi memicu infeksi serius pada tubuh.

Editor: Ayi Sopiandi

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut