Enam Orang Korban TPPO Asal Cianjur Dipulangkan, Pemda Fokus Pemulihan dan Pemberdayaan
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Cianjur akan memperkuat satuan tugas pencegahan TPPO hingga tingkat desa, meningkatkan sinergi dengan aparat penegak hukum, serta memperketat proses penempatan tenaga kerja melalui jalur resmi.
“Kami ingin memutus mata rantai dari hulu, bukan hanya menangani di hilir,” tegasnya.
Melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Cianjur, pemerintah daerah juga akan menyediakan pelatihan keterampilan bagi perempuan rentan, mulai dari menjahit, kuliner, pengembangan UMKM, hingga pemasaran digital, serta memfasilitasi akses permodalan dan kewirausahaan.
Selain upaya pemulihan, Pemkab Cianjur akan mengintensifkan sosialisasi hingga tingkat desa. Edukasi tersebut mencakup pengenalan ciri-ciri rekrutmen ilegal, prosedur resmi bekerja di luar daerah maupun luar negeri, serta kampanye kewaspadaan melalui berbagai media.
“Jangan mudah percaya pada tawaran kerja dengan iming-iming gaji besar tanpa proses resmi. Kami tidak ingin ada lagi warga Cianjur yang menjadi korban TPPO,” pungkas Wahyu.
Pemerintah berharap, langkah terpadu ini dapat memperkuat perlindungan masyarakat sekaligus menekan angka perdagangan orang di wilayah Jawa Barat.
Editor : Ayi Sopiandi