get app
inews
Aa Text
Read Next : Pilkades Serentak 2026 di Cianjur Bakal Uji Coba E-Voting, 30 Desa Dijadwalkan Ikut

Enam Orang Korban TPPO Asal Cianjur Dipulangkan, Pemda Fokus Pemulihan dan Pemberdayaan

Selasa, 24 Februari 2026 | 20:22 WIB
header img
Suasan penjemputan enam warga Cianjur yang mejadi korban TPPO di Maumere. Foto: capture IG Bupati Cianjur, dr.mohammad wahyu.

CIANJUR, iNewsCianjur.id — Tiga belas pekerja hiburan malam asal Jawa Barat yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, berhasil dipulangkan melalui upaya terpadu jajaran Polda Jawa Barat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dari jumlah tersebut, enam orang diketahui merupakan warga Kabupaten Cianjur.

Proses penjemputan dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, didampingi Bupati Cianjur Muhammad Wahyu Ferdian dan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein. Kehadiran para kepala daerah tersebut bertujuan memastikan proses pemulangan korban berjalan aman, tertib, dan sesuai prosedur.

Bupati Cianjur Muhammad Wahyu Ferdian menyatakan, pihaknya telah bertemu langsung dengan para korban untuk memastikan kondisi fisik dan psikologis mereka. Menurutnya, penanganan tidak berhenti pada pemulangan, tetapi dilanjutkan dengan pemulihan secara menyeluruh.

“Pemerintah akan memberikan pendampingan psikologis dan trauma healing, pemeriksaan kesehatan, pendampingan hukum bila diperlukan, hingga reintegrasi sosial agar mereka dapat kembali ke keluarga dengan aman,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).

Ia menegaskan, Pemkab Cianjur juga menyiapkan program pemberdayaan ekonomi bagi para korban agar memiliki kemandirian dan tidak kembali terjerumus dalam praktik serupa.

“Negara harus hadir sampai korban benar-benar pulih dan mandiri,” katanya.

Wahyu menilai, kasus TPPO masih menjadi ancaman serius, terutama bagi perempuan yang rentan secara ekonomi. Selain faktor ekonomi, rendahnya literasi informasi dan keberadaan jaringan perekrut ilegal turut memperbesar risiko.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Cianjur akan memperkuat satuan tugas pencegahan TPPO hingga tingkat desa, meningkatkan sinergi dengan aparat penegak hukum, serta memperketat proses penempatan tenaga kerja melalui jalur resmi.

“Kami ingin memutus mata rantai dari hulu, bukan hanya menangani di hilir,” tegasnya.

Melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Cianjur, pemerintah daerah juga akan menyediakan pelatihan keterampilan bagi perempuan rentan, mulai dari menjahit, kuliner, pengembangan UMKM, hingga pemasaran digital, serta memfasilitasi akses permodalan dan kewirausahaan.

Selain upaya pemulihan, Pemkab Cianjur akan mengintensifkan sosialisasi hingga tingkat desa. Edukasi tersebut mencakup pengenalan ciri-ciri rekrutmen ilegal, prosedur resmi bekerja di luar daerah maupun luar negeri, serta kampanye kewaspadaan melalui berbagai media.

“Jangan mudah percaya pada tawaran kerja dengan iming-iming gaji besar tanpa proses resmi. Kami tidak ingin ada lagi warga Cianjur yang menjadi korban TPPO,” pungkas Wahyu.

Pemerintah berharap, langkah terpadu ini dapat memperkuat perlindungan masyarakat sekaligus menekan angka perdagangan orang di wilayah Jawa Barat.

Editor : Ayi Sopiandi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut