Miris, Kekerasan Seksual terhadap 10 Anak di Cianjur, di Lingkungan Sekolah hingga Tempat Ibadah
Fakta lain yang tak kalah mengkhawatirkan adalah lokasi kejadian yang berlangsung di area yang seharusnya aman bagi anak.
“Peristiwa terjadi di sekitar rumah, lingkungan sekolah berlatar pendidikan agama, bahkan berdasarkan keterangan korban, salah satunya berlangsung di tempat ibadah,” terang Kapolres.
Meski laporan baru diterima beberapa hari lalu, pengakuan para korban menyebutkan rangkaian peristiwa tersebut telah berlangsung sejak pertengahan tahun 2025.
Polres Cianjur menegaskan, penanganan perkara dilakukan oleh penyidik Unit PPA yang telah bersertifikasi penyidik anak, dengan pendekatan yang mengedepankan perlindungan dan pemulihan korban.
“Kami berkomitmen mencegah terjadinya reviktimisasi terhadap anak,” tegas AKBP Alex.
Seiring bertambahnya jumlah korban, kepolisian membuka posko pengaduan dan mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor apabila mengetahui atau mencurigai kejadian serupa. Pelaporan tersebut bertujuan untuk mencari keadilan sekaligus memastikan penanganan yang tepat bagi anak yang berkonflik dengan hukum.
Ke depan, Polres Cianjur akan menggandeng Tim SAPA, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), serta UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Cianjur guna memberikan pendampingan, konseling, dan pemulihan psikologis bagi para korban.
Editor : Ayi Sopiandi