Di sisi lain, kebijakan tersebut menimbulkan kekecewaan di kalangan warga. Deris (43), warga Desa Cijati, Kecamatan Cijati, mengaku telah dua kali memanfaatkan fasilitas mudik gratis yang disediakan Pemkab Cianjur.
Menurutnya, informasi pendaftaran biasanya sudah diumumkan sejak awal Ramadan. Namun, hingga kini, ia belum menemukan kejelasan terkait program tersebut.
“Saya baru tahu sekarang kalau tahun ini tidak ada mudik gratis. Biasanya dari awal Ramadan sudah ada informasi,” ungkapnya.
Deris menilai, program mudik gratis sangat membantu masyarakat berpenghasilan terbatas, terutama untuk menekan biaya perjalanan pulang kampung.
“Kalau tidak ada mudik gratis, biaya jadi lebih besar. Apalagi menjelang Lebaran, tarif angkutan ke Cianjur selatan biasanya naik,” pungkasnya.
Editor : Ayi Sopiandi
Artikel Terkait
