CIANJUR, iNewsCianjur.id – Usai libur panjang Idul Fitri 2026, harga komoditas sayuran di tingkat petani di Kabupaten Cianjur mengalami penurunan drastis. Kondisi ini membuat para petani terpaksa harus memutar otak demi bertahan di tengah anjloknya harga jual hasil panen.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah harga sayuran mengalami penurunan signifikan. Sawi putih yang sebelumnya berada di kisaran Rp2.500 per kilogram kini hanya Rp1.000 per kilogram. Bawang daun turun dari Rp5.000 menjadi Rp3.000 per kilogram. Pakcoy bahkan merosot dari Rp4.000 menjadi Rp1.000 per kilogram, kol dari Rp5.000 menjadi Rp2.500 per kilogram, dan wortel yang sebelumnya mencapai Rp10.000 kini anjlok tajam menjadi hanya Rp500 per kilogram.
Akah (40), salah seorang petani sayuran asal Kampung Gunungputri, mengungkapkan bahwa kondisi harga saat ini benar-benar tidak berpihak kepada petani.
“Istilahnya, bisa nyambung hidup dan makan saja sekarang ini masih bersyukur. Harga jual sayuran sekarang ini gila-gilaan anjlok,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Akah juga mengaku memilih untuk sementara waktu tidak menanami sebagian lahannya karena ketidakpastian harga di pasaran.
“Saya lebih memilih sementara tidak menanam benih sayuran, karena belum ada kepastian. Kira-kira sayuran jenis apa yang nantinya tidak mengalami penurunan harga lagi,” tambahnya.
Keluhan serupa disampaikan Kuswan (42), petani lainnya, yang mengaku harga jual hasil panennya bahkan lebih rendah dari harga pasaran.
“Katanya pakcoy Rp1.000 per kilogram, tapi nyatanya punya saya hanya dibayar Rp500 per kilogram. Mau bagaimana lagi, kondisi harga sayuran saat ini memang sedang tidak baik-baik saja,” keluhnya.
Anjloknya harga komoditas sayuran ini diduga akibat melimpahnya pasokan pasca panen raya yang tidak diimbangi dengan daya serap pasar. Para petani berharap adanya perhatian dan solusi dari pemerintah agar harga kembali stabil dan mereka tidak terus merugi.
Editor : Ayi Sopiandi
Artikel Terkait
