“Sebenarnya musim angin seperti ini menjadi hal yang biasa dan rutin dalam setiap tahunnya,” ujar Acep, Minggu (18/1/2026).
Meski demikian, Acep mengakui angin kencang tetap membawa dampak bagi para petani.
“Kalau musim angin datang, plastik penutup tanaman sayuran sering robek dihantam angin. Tapi di sisi lain, musim angin seperti sekarang ini juga dimanfaatkan oleh para penghobi main kolecer,” tambahnya.
Warga pun diimbau untuk tetap waspada dan memastikan kondisi atap rumah serta kebun mereka aman, guna menghindari kerugian akibat cuaca ekstrem yang kerap melanda kawasan lereng gunung tersebut.
Editor : Ayi Sopiandi
Artikel Terkait
