Ia menegaskan, Cianjur yang memiliki lebih dari 2,5 juta jiwa menghadapi tantangan besar: wilayah luas, kondisi geografis beragam, dan masih terbatasnya akses layanan administrasi di daerah pelosok.
“Kebiasaan pelayanan manual harus mulai bergeser ke digital agar masyarakat lebih terbantu,” tegasnya.
Editor : Ayi Sopiandi
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Artikel Terkait
