Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dua Pegawai Bank BUMN Jadi Tersangka Korupsi Kredit Rp3,86 Miliar di Cianjur
Advertisement . Scroll to see content

Di Usia Senja, Mak Hotim Berharap Hunian Layak Bersama Sang Anak di Cibeber

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:07 WIB
  • author Gusti Wilantara
Di Usia Senja, Mak Hotim Berharap Hunian Layak Bersama Sang Anak di Cibeber
Di usia yang telah menginjak 75 tahun, Mak Hotim masih harus menjalani hari-harinya di sebuah rumah sederhana di Kampung Pasirbentang, Desa Cibadak, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur.(Foto: Gusti Wilantara)

CIANJUR,iNewsCianjur.id – Di usia yang telah menginjak 75 tahun, Mak Hotim masih harus menjalani hari-harinya di sebuah rumah sederhana di Kampung Pasirbentang, Desa Cibadak, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur.

Perempuan lanjut usia itu tinggal bersama anak laki-lakinya, Openg (40). Sang anak sehari-hari bekerja di ladang milik orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

“Sekarang Mak tinggal berdua sama anak laki-laki yang bernama Openg,” ujar Mak Hotim lirih, Rabu (7/10/2026).

Mak Hotim mengaku rumah yang ditempatinya berdiri di atas lahan milik Perhutani. Ia sebelumnya juga pernah menerima bantuan sosial dari pemerintah, di antaranya Program Keluarga Harapan (PKH) dan kemungkinan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada 2019.

“Dulu tahun 2019 pernah dapat bantuan PKH dan mungkin BPNT, tapi lupa lagi,” katanya.

Kondisi tempat tinggal Mak Hotim kemudian mendapat perhatian Pemerintah Desa Cibadak. Pemdes bergerak mencari solusi agar warga lanjut usia tersebut bisa segera mendapatkan tempat tinggal yang lebih aman dan layak.

Kepala Desa Cibadak, Elan Hermawan mengatakan, salah satu opsi sementara yang tengah dipertimbangkan adalah memindahkan Mak Hotim ke rumah anaknya. Namun, langkah tersebut dinilai belum cukup untuk menyelesaikan persoalan dalam jangka panjang.

Pemdes Cibadak berencana berkoordinasi dengan dinas dan instansi terkait untuk mencari solusi permanen. Kendala utama saat ini adalah status lahan yang ditempati Mak Hotim.

“Untuk rumah permanen memang belum memungkinkan karena persoalan lahan. Lahannya bukan milik pribadi, tetapi milik Perhutani,” ungkapnya.

Sembari mencari solusi terkait lahan, pemerintah desa berupaya mengambil langkah cepat dengan membuatkan rumah panggung sederhana untuk Mak Hotim.

Rumah tersebut diharapkan bisa menjadi tempat tinggal sementara yang lebih aman dan layak, sambil menunggu adanya jalan keluar terkait status lahan dan kemungkinan pembangunan rumah permanen.

Bagi Mak Hotim, tempat tinggal bukan sekadar bangunan. Di usia senja, rumah menjadi tempat untuk menjalani hari bersama anaknya tanpa harus dihantui kondisi hunian yang memprihatinkan.

“Kami akan terus berupaya dan berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait agar ada solusi terbaik untuk Mak Hotim,” kata Elan. 

Editor: Yanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut