CPPD Capai 80 Ton, Dinas Pangan Cianjur Pastikan Stok Pangan Aman hingga Ramadan
CIANJUR,iNewsCianjur.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur memastikan ketersediaan pangan dalam kondisi aman, bahkan hingga Ramadan mendatang.
Hal ini tidak terlepas dari upaya pemerintah daerah memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD), sekaligus menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi gangguan pasokan dan distribusi akibat perubahan musim.
Kepala Dinas Pangan (Dispang) Kabupaten Cianjur, Firman Edi, mengatakan stok CPPD Cianjur hingga Oktober 2026 telah mencapai 80 ton.
“Alhamdulillah, saat ini kondisi CPPD kita aman. Di bulan Oktober ini sesuai dengan kebijakan dari pusat, Badan Pangan Nasional, kita sudah mengadakan CPPD 80 ton,” kata Firman kepada wartawan, Selasa (6/10/2026).
Menurut Firman, dengan ketersediaan cadangan tersebut, stok pangan di Kabupaten Cianjur diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Ramadan.
“Ketersediaan stok pangan kita aman, alhamdulillah, hingga bulan Ramadan,” ujarnya.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap mewaspadai faktor cuaca yang dapat memengaruhi rantai pasok pangan. Salah satunya antisipasi risiko gangguan distribusi pada saat musim hujan. Sementara pada musim kemarau, potensi dampaknya lebih terhadap sisi produksi.
“Baik itu dalam keadaan musim kemarau maupun musim penghujan, kita harus dapat mengantisipasi dampaknya, terutama ketersediaan stok dalam pengadaan CPPD,” kata Firman.
Selain menjaga ketersediaan stok, Dinas Pangan juga memperkuat langkah stabilisasi harga melalui Gerakan Pangan Murah (GPM). Program tersebut melibatkan pelaku UMKM dan mitra distributor untuk menyediakan sejumlah komoditas pangan dengan harga lebih terjangkau bagi masyarakat.
Salah satu komoditas yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut adalah telur. Firman menyebut harga telur berdasarkan salah satu acuan berada di kisaran Rp27 ribu per kilogram. Namun, harga dalam pelaksanaan GPM tetap menyesuaikan kondisi pasokan dan harga dari distributor.
“Dalam kegiatan GPM tersebut, sejumlah komoditas pangan dijual dengan harga yang lebih terjangkau,” tuturnya.
Upaya stabilisasi juga dilakukan melalui program Bantuan Pangan dari pemerintah pusat. Program tersebut dinilai tidak hanya membantu masyarakat penerima manfaat, tetapi juga menjadi salah satu instrumen untuk menjaga keseimbangan harga beras di pasaran.
Firman mengatakan penyaluran Bantuan Pangan telah dilakukan di Kabupaten Cianjur dan akan kembali dilanjutkan untuk periode Oktober hingga Desember 2026.
“Nanti lanjut Oktober sampai Desember akan turun lagi Bantuan Pangan di Kabupaten Cianjur. Ini salah satunya untuk menstabilkan harga,” katanya.
Di sektor produksi, Dinas Pangan bersama Dinas Pertanian juga mengevaluasi potensi pengembangan beras organik sebagai bagian dari diversifikasi dan peningkatan nilai tambah komoditas pangan lokal.
Hasil evaluasi menunjukkan sejumlah produk beras organik telah dihasilkan, tetapi belum seluruhnya memiliki sertifikasi. Pemerintah daerah kini mendorong proses fasilitasi sertifikasi agar produk tersebut memiliki kepastian standar dan dapat dikembangkan lebih luas.
“Di sinilah kami berkoordinasi dengan Pertanian agar bisa memfasilitasi terkait dengan sertifikasi beras organik tersebut,” pungkasnya.
Editor: Yanto