Air Terbatas, Petani di Sindangbarang Tetap Produktif Tanam Semangka Saat Kemarau
CIANJUR,iNewsCianjur.id – Musim kemarau tak menyurutkan semangat petani di Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur. Di tengah keterbatasan air, mereka tetap menggarap lahan agar tetap menghasilkan.
Seperti yang dilakukan Ardi Hardiansyah (29), Petani asal Desa Talagasari. Dia memilih menanam buah semangka sebagai alternatif yang dinilai lebih menjanjikan di tengah kondisi cuaca kering.
"Kami mencoba memanfaatkan kondisi kemarau dengan menanam tanaman hortikultura yang dianggap memiliki peluang pasar," ujarnya, Selasa (6/10/2026).
Menurutnya, keterbatasan air membuat petani harus adaptif menghadapi perubahan musim dengan lebih selektif dalam menentukan jenis tanaman yang akan dibudidayakan.
"Tanaman semangka dipilih karena memiliki nilai ekonomi dan dapat menjadi sumber pendapatan ketika tanaman pangan lainnya terkendala persoalan air," jelas Ardi.
Meski demikian, budidaya semangka di tengah kemarau bukan tanpa tantangan. Kebutuhan air harus tetap terpenuhi, terutama pada fase pertumbuhan hingga pembentukan buah. Pengelolaan air menjadi salah satu kuncinya.
"Menanam semangka bukan sekadar pilihan komoditas, tetapi juga strategi untuk tetap produktif ketika musim kemarau belum berakhir," ungkap Ardi.
"Jika hasil panen sesuai harapan dan harga jual cukup baik, tanaman semangka diharapkan mampu memberikan tambahan penghasilan bagi di tengah tekanan musim kemarau," pungkasnya.
Editor: Yanto