Menapaki Jejak Mama Gelar, Menyusuri Empat Titik Sakral Warisan Ulama Besar Cianjur
Konon, jalur tersebut memiliki titik awal yang ditandai rumpun bambu kuning di bagian depan rumah dan berakhir di area belakang rumah.
"Goa ini dibuat pada taun 1952, dan sekarang masih ada," ucapnya.
Hingga kini, keberadaan goa itu masih menjadi bagian dari sejarah yang diwariskan secara turun-temurun dan menyimpan banyak kisah yang belum sepenuhnya terungkap.
Bagi masyarakat sekitar, keberadaan Masjid tua, goa Mursilat, serta aktivitas para santri menjadi bukti bahwa warisan perjuangan Mama Gelar tidak berhenti pada cerita masa lalu. Nilai-nilai dakwah, pendidikan, dan keteladanan terus hidup melalui para penerusnya.
Napak tilas ke Gelar, Sadar Alam, Anasor, dan Tambak Baya bukan sekadar mengenang seorang ulama besar. Perjalanan ini menjadi pengingat bahwa Cianjur memiliki kekayaan sejarah Islam yang begitu kuat, diwariskan melalui jejak perjuangan para ulama yang hingga kini masih dirawat dengan penuh penghormatan.
Di tengah derasnya arus modernisasi, keberadaan tiga titik sakral tersebut menjadi penanda bahwa sejarah, spiritualitas, dan pendidikan Islam tetap memiliki tempat yang kokoh di bumi Cianjur.
Editor : Ayi Sopiandi