get app
inews
Aa Text
Read Next : El Nino Menguat, Cianjur Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla

Menapaki Jejak Mama Gelar, Menyusuri Empat Titik Sakral Warisan Ulama Besar Cianjur

Selasa, 07 Juli 2026 | 13:57 WIB
header img
KH. Mohammad Tadzkir (Haji Aging) Penerus Majelis Gelar Tambak Baya, berdiri di depan Goa Mursalat, peninggalan Mama Gelar.

"Alhamdulillah hingga saat ini pesantren masih aktif, dan meneruskan keinginan sepuh Mama Gelar," singkatnya, Selasa (7/7/2026). 

Suasana di lingkungan pesantren terasa tenang. Bangunan-bangunan sederhana berpadu dengan pepohonan rindang, menghadirkan nuansa religius yang membuat siapa pun merasakan kedamaian begitu memasuki kawasan tersebut.

Namun, bukan hanya aktivitas keagamaan yang menjadikan Tambak Baya istimewa. Tempat ini juga menyimpan peninggalan sejarah yang diyakini berasal dari masa penjajahan Belanda.

Di kawasan majelis berdiri sebuah masjid tua yang hingga kini masih digunakan sebagai tempat ibadah. Pada bagian tertentu bangunan tersebut masih terlihat ukiran-ukiran lama, bahkan terdapat lambang yang menyerupai bendera Belanda, menjadi saksi bisu perjalanan panjang dakwah Islam di tengah masa kolonial.

Cerita lain yang tak kalah menarik adalah keberadaan sebuah goa bawah tanah yang dikenal dengan nama Mursilat. Goa dengan panjang sekitar 100 meter itu membentang di bawah rumah tinggal Haji Aging.

Editor : Ayi Sopiandi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut