Pemkab Cianjur Siagakan Pasokan Air Bersih Antisipasi Kemarau Panjang dan Ancaman Kekeringan
CIANJUR, iNewsCianjur.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur mulai memperkuat langkah mitigasi menghadapi potensi musim kemarau panjang yang diperkirakan berlangsung selama tiga bulan ke depan.
Salah satu upaya yang disiapkan adalah memastikan ketersediaan logistik air bersih bagi masyarakat di wilayah yang berisiko mengalami kekeringan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cianjur, Samudra Wira Purnama, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait, termasuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), guna menjamin kesiapan distribusi bantuan air bersih apabila diperlukan.
“Fokus kami saat ini adalah memastikan ketersediaan pasokan air bersih untuk kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan. Karena itu, koordinasi dengan PDAM terus dilakukan sebagai langkah antisipasi,” ujarnya, Rabu (10/6/2026).
Selain menyiapkan logistik, BPBD juga tengah melakukan pemetaan daerah rawan kekeringan dengan mengacu pada data kejadian bencana serupa pada tahun-tahun sebelumnya. Pemetaan tersebut menjadi dasar dalam menentukan wilayah prioritas penanganan saat musim kemarau mencapai puncaknya.
Menurut Samudra, proses verifikasi data masih berlangsung sehingga rincian wilayah yang berpotensi terdampak belum dapat dipublikasikan. Namun, identifikasi awal telah dilakukan untuk mempercepat respons apabila kondisi kekeringan mulai terjadi.
Di sisi lain, BPBD berencana mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah mitigasi mandiri, salah satunya melalui pembuatan sumur resapan. Upaya tersebut dinilai penting untuk meningkatkan cadangan air tanah sekaligus mengurangi dampak kekurangan air saat kemarau.
“Kami akan mengedukasi masyarakat agar mulai menyiapkan sumur resapan sebagai salah satu langkah menghadapi musim kemarau sejak dini,” katanya.
BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang biasanya meningkat saat cuaca kering berkepanjangan. Warga diminta menjaga kebersihan lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama di kawasan hutan dan lahan.
“Jangan membuang puntung rokok atau benda mudah terbakar sembarangan, khususnya di area hutan. Kondisi vegetasi yang kering sangat rentan memicu kebakaran,” tegasnya.
Editor : Ayi Sopiandi