Akses Jalan Geothermal Masih Proses, Warga Resah Titik Pengeboran Hanya 700 Meter dari Permukiman
CIANJUR, iNewsCianjur.id – Rencana proyek pengeboran panas bumi (geothermal) oleh PT Daya Mas Geopatra Pangrango (DMGP) di kawasan zona pemantauan Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango (TNGGP) menuai keresahan warga.
Selain jarak titik pengeboran yang disebut hanya sekitar 700 meter dari permukiman, proses pembebasan lahan untuk akses jalan juga menjadi sorotan masyarakat.
Kepala Teknik Panas Bumi PT DMGP, Yunis, menyampaikan bahwa saat ini tahapan proyek masih berada pada proses pembebasan lahan, khususnya untuk pembangunan akses jalan menuju lokasi pengeboran.
“Jadi kita saat ini masih dalam proses pembebasan lahan untuk akses jalan menuju ke titik pengeboran panas bumi,” ujar Yunis kepada awak media, Rabu (11/2/2026) kemarin di salah satu kafe di Cianjur.
Akses jalan yang direncanakan akan melintasi Kampung Cibuntu dan Kampung Pasircina, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet. Perusahaan juga berencana membangun jalur penghubung antara dua kampung tersebut guna menunjang mobilitas proyek.
“Kita juga akan membuat jalan yang menghubungkan antara Kampung Cibuntu dengan Pasircina. Sedangkan untuk jarak dari pemukiman warga ke titik pengeboran panas bumi sekitar 700 meter,” katanya.
Editor : Ayi Sopiandi