Menu Ayam Suwir Diduga Jadi Pemicu, 237 Pelajar Cianjur Alami Gejala Keracunan MBG
Sementara itu, Bupati Cianjur dr Mohammad Wahyu Ferdinan memastikan pemerintah daerah akan melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti dugaan keracunan tersebut.
“Seluruh pasien akan diambil sampel makanannya. Karena ada yang hanya mengonsumsi MBG dan ada juga yang mengonsumsi makanan lain, semuanya akan dianalisis melalui uji laboratorium,” ungkap Wahyu.
Ia menambahkan, kondisi sebagian besar korban kini mulai membaik. Di Desa Cijagang, Kecamatan Cikalongkulon, mayoritas dari total 204 korban telah berangsur pulih.
“Namun terdapat empat anak yang mengalami dehidrasi dan langsung dirujuk ke RSUD Sayang Cianjur. Saya sudah meninjau langsung, dan kondisi mereka kini mulai membaik dalam penanganan tim medis,” jelasnya.
Terkait penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB), Wahyu menyebut pihaknya masih menunggu data medis yang valid.
“Kami masih menunggu data yang akurat karena seluruh korban masih dalam pendampingan medis,” tegasnya.
Ia juga memastikan sanksi tegas akan diberikan kepada penyedia MBG dari Satuan Pemerintah Pengelola Gizi (SPPG) apabila terbukti lalai.
“Sanksi akan diberikan sesuai data dan fakta di lapangan. Saat ini kami masih menunggu hasil uji laboratorium untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur,” pungkasnya.
Editor : Ayi Sopiandi