CIANJUR, iNewsCianjur.id – Pagi itu, Mak Eni (80) hanya bisa menatap puing-puing kayu yang berserakan di tanah.
Rumah panggung sederhana yang puluhan tahun menjadi tempat berteduhnya di Kampung Ciluncat RT 01/RW 01, Desa Cibadak, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, ambruk setelah lapuk dimakan usia.
Beruntung, nenek renta yang kini hidup seorang diri itu berhasil menyelamatkan diri beberapa saat sebelum rumahnya roboh rata dengan tanah, Senin (18/5/2026).
Dengan suara lirih, Mak Eni menceritakan detik-detik saat rumah tuanya runtuh. Sebelum kejadian, ia sempat mendengar suara retakan kayu dari bagian rumah yang mulai rapuh.
“Sebelum ambruk, Emak dengar suara kayu retak. Emak langsung keluar rumah, tidak lama kemudian rumah langsung ambrol,” tuturnya sambil menahan haru.
Sejak suaminya meninggal dunia, Mak Eni tinggal sendiri. Kedua anaknya telah berkeluarga dan hidup dengan kondisi ekonomi seadanya. Di usia senja, ia hanya menjalani hari-hari sederhana di rumah panggung tua yang kini tinggal kenangan.
Di balik wajah keriputnya, tersimpan perjalanan hidup yang panjang. Mak Eni mengaku menikah pada usia 12 tahun dan membesarkan dua anak dari rumah sederhana tersebut.
“Kondisi Emak sudah tua. Kadang mau salat juga perut sakit, tidak bisa berdiri lama,” katanya.
Editor : Ayi Sopiandi
Artikel Terkait
