CIANJUR, iNewsCianjur.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Cibeber selama dua malam berturut-turut memicu bencana longsor di dua desa, yakni Desa Karangnunggal dan Desa Girimulya. Akibatnya, 15 rumah warga kini berada dalam ancaman terisolasi.
Camat Cibeber, Ardian Athoilah, mengungkapkan bahwa intensitas hujan tinggi sejak Rabu hingga Kamis (29-30/4/2026) menyebabkan sejumlah titik mengalami pergerakan tanah, terutama di wilayah perbukitan dan area persawahan milik warga.
“Di Desa Karangnunggal itu ada beberapa titik bencana pergerakan tanah akibat guyuran hujan berturut-turut selama dua malam,” ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (30/4/2026).
Dia menjelaskan, longsor tidak hanya merusak tebing kebun dan lahan pertanian, tetapi juga mengancam keberlangsungan aktivitas warga. Sementara itu, kondisi lebih mengkhawatirkan terjadi di Desa Girimulya.
Di desa tersebut, akses utama warga yang berada di pesisir bukit dilaporkan anjlok hingga kedalaman sekitar satu meter. Buruknya sistem drainase memperparah kondisi, sehingga aliran air tersumbat dan memicu longsoran susulan.
“Kalau di Desa Girimulya, selain jalan utama warga yang anjlok, ada 15 rumah yang terancam terisolasi. Saat ini sudah dilakukan asesmen oleh BPBD, dengan bantuan alat berat dari Dinas PU Kabupaten Cianjur,” kata Ardian.
Meski pemerintah setempat telah mengimbau warga yang tinggal di lereng bukit untuk mengungsi demi keselamatan, sebagian warga memilih bertahan di rumah masing-masing.
Ardian pun mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu dan berpotensi memicu bencana lanjutan.
“Kami terus mengimbau warga di daerah rawan untuk waspada. Cuaca saat ini sulit diprediksi dan berpotensi menimbulkan bencana susulan,” ucapnya.
Editor : Ayi Sopiandi
Artikel Terkait
