CIANJUR, iNewsCianjur.id – Pemerintah Kabupaten Cianjur mulai memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kemarau panjang, dengan fokus pada pembenahan jaringan irigasi yang masih belum sepenuhnya optimal.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Cianjur, sejumlah titik infrastruktur irigasi diidentifikasi membutuhkan perbaikan guna memastikan keberlanjutan pasokan air, khususnya bagi sektor pertanian yang menjadi tulang punggung daerah.
Kepala Dinas PUTR Kabupaten Cianjur, Eri Rihandiar, mengungkapkan bahwa meskipun masih ada kekurangan, kondisi jaringan irigasi secara umum masih tergolong layak.
“Cakupan sawah yang terairi di Kabupaten Cianjur saat kondisi normal telah mencapai sekitar 79 persen. Namun, menghadapi potensi kemarau panjang, diperlukan langkah-langkah antisipatif,” ujarnya, Selasa (21/4/2026) kemarin.
Sebagai bagian dari strategi mitigasi, pemerintah daerah juga tengah menyiapkan kebijakan penyesuaian pola tanam. Langkah ini dinilai krusial untuk menekan risiko gagal panen akibat terbatasnya pasokan air saat musim kemarau.
Selama ini, mayoritas petani di Cianjur menerapkan pola tanam padi dalam satu musim. Ke depan, pola tersebut akan disesuaikan dengan kondisi iklim serta ketersediaan air di lapangan.
“Perubahan pola tanam akan diatur melalui regulasi yang sedang kami siapkan, dengan mempertimbangkan prakiraan cuaca dan kondisi lapangan,” jelasnya.
Editor : Ayi Sopiandi
Artikel Terkait
