“Kami ingin membuka ruang dialog dengan warga, khususnya terkait berbagai kekhawatiran yang muncul. Informasi yang benar harus datang dari sumber yang tepat agar masyarakat tidak mudah terpengaruh opini dari luar,” katanya.
Ponco juga menegaskan bahwa Karang Taruna Desa Sukatani memiliki jaringan kepengurusan hingga tingkat unit dan subunit yang tersebar di berbagai wilayah desa, termasuk di Kampung Gunung Putih RW 08. Melalui jaringan tersebut, komunikasi dengan masyarakat terus dilakukan untuk memantau dinamika sosial sekaligus menjaga kondusivitas wilayah.
“Selama aspirasi yang disampaikan masyarakat rasional, tentu kami menghargainya. Namun kami juga berupaya melakukan pengawasan agar tidak ada pihak luar yang memanfaatkan situasi dengan menyebarkan opini yang dapat memicu konflik,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Teknis Panas Bumi PT DMGP, Yunis, mengatakan kegiatan silaturahmi Ramadan menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk membangun komunikasi terbuka dengan masyarakat sekitar wilayah proyek energi panas bumi.
“Kami bersyukur dapat bersilaturahmi di bulan suci Ramadan bersama tokoh agama dan masyarakat. Kehadiran kami bukan hanya menjelaskan proyek energi, tetapi juga memberikan edukasi mengenai pentingnya energi ramah lingkungan serta program pemberdayaan masyarakat,” kata Yunis.
Hal senada disampaikan Humas PT DMGP, Imron Rosyadi. Ia menegaskan bahwa momentum Ramadan menjadi sarana mempererat ukhuwah antara perusahaan, Karang Taruna, dan masyarakat Desa Sukatani.
“Karang Taruna sebagai organisasi pemuda memiliki peran strategis dalam kegiatan sosial masyarakat. Kami berharap silaturahmi yang terbangun melalui Ramadan ini semakin mempererat hubungan antara perusahaan dan warga, sekaligus menjadi sarana edukasi mengenai transisi energi bersih dan ramah lingkungan,” ujarnya.
Editor : Ayi Sopiandi
Artikel Terkait
