10 Ton Ikan di Waduk Cirata Jangari Mati Massal, Diduga Akibat Upwelling, Kerugian Ratusan Juta
Fenomena tersebut menjadi persoalan serius bagi pembudidaya karena perubahan kondisi perairan dapat berlangsung cepat dan berdampak terhadap ikan yang dibudidayakan di dalam keramba.
Muhyi memperkirakan dampak kematian ikan kali ini masih berpotensi bertambah. Sebab, data sekitar 10 ton tersebut baru berasal dari satu kawasan, yakni Blok Salam.
"Menurut dia, itu baru di Blok Salam saja. Untuk blok lain di perairan Waduk Cirata Jangari saya tidak tahu, kemungkinan banyak ikan mati juga," katanya.
Hingga Rabu (9/9/2026), belum terdapat data menyeluruh mengenai jumlah ikan yang mati maupun total kerugian pembudidaya di seluruh kawasan perairan Waduk Cirata Jangari.
Pembudidaya berharap adanya pendataan lebih luas terhadap dampak fenomena upwelling, sekaligus langkah mitigasi untuk mengantisipasi kejadian serupa yang berulang setiap tahun dan berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi sektor perikanan keramba jaring apung.
Editor: Ayi Sopiandi