Hujan Deras Picu 10 Titik Longsor di Bojongpicung, Akses Warga Lumpuh dan Siswa Terpaksa Libur
Ia menambahkan, intensitas hujan kini mulai menurun dan debit Sungai Cihea berangsur surut. Meski demikian, proses penanganan terkendala banyaknya titik longsor dengan volume material cukup besar.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Namun kerugian material masih dalam pendataan,” katanya.
Menurut Dadan, penanganan darurat tidak memungkinkan dilakukan hanya dengan tenaga manual karena panjang dan ketebalan material longsoran cukup signifikan. Pemerintah desa pun telah mengajukan permohonan bantuan alat berat kepada instansi terkait agar akses warga segera kembali normal.
“Kami sangat membutuhkan alat berat agar penanganan bisa lebih cepat. Kalau hanya mengandalkan tenaga manusia akan memakan waktu lama dan aktivitas masyarakat akan terus terhambat,” ucapnya.
Sementara itu, sejumlah warga mengeluhkan lambannya respons penanganan dari pemerintah daerah. Mereka berharap Pemkab Cianjur segera memprioritaskan penanganan bencana agar akses masyarakat dapat segera pulih.
“Yang dibutuhkan warga sekarang penanganan longsor secepatnya. Aktivitas lumpuh dan anak-anak tidak bisa sekolah,” ujar Burhan, salah seorang warga Desa Kemang.
Editor : Ayi Sopiandi