Hujan Deras Picu 10 Titik Longsor di Bojongpicung, Akses Warga Lumpuh dan Siswa Terpaksa Libur
CIANJUR, iNewsCianjur.id — Hujan deras berkepanjangan yang mengguyur wilayah timur Kabupaten Cianjur memicu bencana longsor di sejumlah titik di Desa Kemang, Kecamatan Bojongpicung, sejak Rabu (6/5/2026) malam.
Material tanah dan bebatuan menutup akses jalan poros antar dusun hingga melumpuhkan aktivitas warga.
Berdasarkan data sementara pemerintah desa, sedikitnya terdapat 10 titik longsor dengan tingkat kerusakan cukup berat di jalur penghubung Kampung Jaringao dan Kampung Cikoneng.
Longsoran menimbun badan jalan secara total sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.
Selain di jalur utama antar dusun, longsor juga terjadi di Kampung Citangkil. Material tanah menutup sebagian badan jalan dan berdampak pada sejumlah rumah warga di Kampung Pasirjati dengan kategori kerusakan sedang.
Kepala Desa Kemang, Dadan R. Subarna, mengatakan kondisi terparah terjadi di wilayah RW 06 yang hingga kini masih terisolasi akibat akses jalan tertutup total. Dampaknya, aktivitas masyarakat terganggu, termasuk kegiatan belajar mengajar.
“Warga tidak bisa keluar menggunakan kendaraan. Anak-anak sekolah juga tidak dapat melewati jalan sehingga sementara diliburkan,” ujar Dadan saat dihubungi, Kamis (7/5/2026).
Ia menambahkan, intensitas hujan kini mulai menurun dan debit Sungai Cihea berangsur surut. Meski demikian, proses penanganan terkendala banyaknya titik longsor dengan volume material cukup besar.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Namun kerugian material masih dalam pendataan,” katanya.
Menurut Dadan, penanganan darurat tidak memungkinkan dilakukan hanya dengan tenaga manual karena panjang dan ketebalan material longsoran cukup signifikan. Pemerintah desa pun telah mengajukan permohonan bantuan alat berat kepada instansi terkait agar akses warga segera kembali normal.
“Kami sangat membutuhkan alat berat agar penanganan bisa lebih cepat. Kalau hanya mengandalkan tenaga manusia akan memakan waktu lama dan aktivitas masyarakat akan terus terhambat,” ucapnya.
Sementara itu, sejumlah warga mengeluhkan lambannya respons penanganan dari pemerintah daerah. Mereka berharap Pemkab Cianjur segera memprioritaskan penanganan bencana agar akses masyarakat dapat segera pulih.
“Yang dibutuhkan warga sekarang penanganan longsor secepatnya. Aktivitas lumpuh dan anak-anak tidak bisa sekolah,” ujar Burhan, salah seorang warga Desa Kemang.
Editor : Ayi Sopiandi