Jalan Rusak Jadi Wahana Gratis, Wisatawan: Kemana Pemdanya?
Keluhan serupa datang dari Fitria (19) dan Indra (21), pendaki asal Bekasi. Mereka menilai kondisi jalan tersebut bukan hanya mengganggu kenyamanan, tapi juga membahayakan keselamatan.
“Kalau berpapasan dengan kendaraan lain itu susah. Mau menghindar ke mana? Semua berlubang,” kata mereka.
Sementara itu, Asep, warga setempat, mengaku sudah terlalu sering melihat kondisi ini tanpa perubahan berarti. Ia bahkan menyindir, mungkin jalan rusak ini memang sengaja dipertahankan.
“Entah ini mau dijadikan ikon atau bagaimana. Soalnya dari dulu tidak pernah ada perbaikan. Kalau pun ada, jauh dari permukiman,” katanya kesal.
Dengan kondisi seperti ini, publik pun mulai bertanya-tanya, apakah jalan rusak ini luput dari perhatian, atau justru sudah menjadi bagian dari “perencanaan” yang tak pernah diumumkan? Di tengah meningkatnya minat wisata ke kawasan Gunungputri, ironi ini menjadi potret nyata bahwa infrastruktur masih kalah cepat dibanding promosi pariwisata.
Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin wisatawan akan mengenang Cianjur bukan karena keindahan alamnya, melainkan karena “sensasi jalan berlubangnya” yang tak terlupakan.
Editor : Ayi Sopiandi