Jalan Berlubang Jadi Kebun Pisang, Warga Tanam Pohon di Tengah Aspal Rusak sebagai Jeritan Protes
CIANJUR, iNewsCianjur.id – Pemandangan tak biasa terlihat di ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Sirnagalih, Kecamatan Sindangbarang, dengan Desa Panyindangan, Kecamatan Cibinong.
Alih-alih dipadati kendaraan yang melintas mulus, badan jalan tersebut justru “dihiasi” deretan pohon pisang yang tumbuh di tengah aspal yang hancur.
Aksi penanaman pohon pisang itu bukan tanpa alasan. Warga sengaja melakukannya sebagai bentuk protes atas kondisi jalan yang rusak parah dan tak kunjung diperbaiki.
Rizaldi (24), warga Desa Panyindangan, mengungkapkan bahwa lubang besar, genangan air saat hujan, serta permukaan jalan yang hancur telah lama mengganggu aktivitas masyarakat.
“Penanaman pohon pisang di tengah jalan dilakukan sebagai bentuk protes sekaligus peringatan agar pihak terkait segera mengambil tindakan supaya perbaikan jalan secepatnya dilakukan,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).
Menurutnya, jalan kabupaten yang seharusnya menjadi akses vital penghubung antar desa kini justru berubah menjadi ancaman keselamatan. Tak sedikit pengendara yang terjatuh karena tidak menyadari adanya lubang, terutama saat musim hujan ketika jalan tergenang air.
Kondisi tersebut juga berdampak pada sektor ekonomi warga. Distribusi hasil pertanian terhambat karena kendaraan sulit melintas, bahkan ongkos angkut meningkat sehingga harga jual ikut terdongkrak.
“Kalau jalan dibiarkan seperti ini, bukan hanya menghambat aktivitas warga, tetapi juga membahayakan keselamatan. Penanaman pohon pisang ini sebagai bentuk harapan agar pemerintah melihat langsung kondisi jalan yang rusak,” ungkapnya.
Di tempat terpisah, Muksin (43), salah seorang pengendara yang kerap melintasi jalur tersebut, menuturkan bahwa kerusakan jalan sudah berlangsung lama dan semakin parah saat musim hujan.
“Kami berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan perbaikan. Jalan ini jalur utama penghubung aktivitas sosial dan ekonomi warga dua desa. Kalau tidak ada perbaikan serius, kerusakan akan semakin meluas,” pungkasnya.
Pantauan di lokasi, pohon-pohon pisang yang berdiri tegak di tengah jalan itu bukan sekadar tanaman. Ia menjadi simbol kekecewaan sekaligus jeritan warga yang mendambakan akses jalan yang layak, aman, dan manusiawi untuk dilalui.
Editor : Ayi Sopiandi