CIANJUR,iNewsCianjur.id – Realisasi investasi di Kabupaten Cianjur terus menunjukkan pertumbuhan positif. Hingga September 2026, nilai penanaman modal yang masuk mencapai Rp2,38 triliun atau 66,6 persen dari target tahunan sebesar Rp3,57 triliun.
Peningkatan paling signifikan terjadi pada Triwulan III 2026. Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), realisasi investasi sepanjang Juli hingga September mencapai Rp1,048 triliun. Angka tersebut tumbuh 44,8 persen dibandingkan Triwulan II yang mencatatkan investasi sebesar Rp724,19 miliar.
Pertumbuhan tersebut bahkan lebih tinggi jika dibandingkan dengan Triwulan I. Pada periode Januari hingga Maret, investasi Cianjur tercatat sebesar Rp608,01 miliar. Dengan demikian, realisasi pada Triwulan III meningkat 72,5 persen dibandingkan tiga bulan pertama tahun ini.
Secara kumulatif, total investasi Kabupaten Cianjur selama Januari hingga September 2026 mencapai Rp2.381.011.106.213. Untuk memenuhi target tahunan sebesar Rp3.576.429.935.506, pemerintah daerah masih harus mengejar realisasi sekitar Rp1,19 triliun dalam tiga bulan terakhir.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cianjur, Superi Faizal, mengatakan Penanaman Modal Asing (PMA) masih mendominasi struktur investasi dengan nilai mencapai Rp1,47 triliun.
Sementara itu, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat sebesar Rp901,3 miliar yang berasal dari 599 proyek di berbagai sektor usaha.
"Untuk PMDN, sektor industri barang dari kulit dan alas kaki, industri instrumen kedokteran, presisi, optik dan jam, hingga hotel dan restoran menjadi penyumbang terbesar. Pada Triwulan III saja, realisasi PMDN mencapai Rp661,07 miliar," katanya, Minggu (8/11/2026).
Menurut Superi, pertumbuhan investasi tersebut turut memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja. Berdasarkan data DPMPTSP, investasi PMDN telah menyerap sekitar 5.190 tenaga kerja Indonesia (TKI). Angka tersebut belum termasuk tenaga kerja yang terserap melalui berbagai proyek PMA.
Ia menilai peningkatan realisasi investasi menjadi indikasi menguatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Kabupaten Cianjur. Kemudahan perizinan berusaha berbasis risiko melalui sistem Online Single Submission (OSS), kepastian hukum, serta stabilitas keamanan menjadi sejumlah faktor pendukung masuknya investasi.
"Dengan adanya lonjakan di Triwulan III ini, menunjukkan kepercayaan investor terhadap Cianjur semakin kuat. Fasilitas dan kemudahan perizinan berusaha berbasis risiko melalui OSS, kepastian hukum, serta stabilitas keamanan menjadi faktor utama," ujar Superi.
Dia menambahkan, investasi memiliki peran strategis dalam mendorong pembangunan daerah, memperkuat pertumbuhan ekonomi, serta membuka kesempatan kerja. Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif untuk menarik minat penanam modal, baik domestik maupun asing.
DPMPTSP Cianjur juga berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan memberikan kemudahan proses perizinan agar kegiatan usaha semakin berkembang dan mampu menarik lebih banyak investor.
"Pemerintah daerah akan terus berupaya memberikan kemudahan dan meningkatkan kualitas pelayanan perizinan agar semakin banyak investor yang tertarik menanamkan modalnya di Cianjur," kata Superi.
Editor : Yanto
