Penerima Bansos di Cianjur Menyusut, 30 Ribu Warga Tak Lagi Tercatat dalam Bantuan Sembako

Dani Jatnika
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Cianjur, Handika Firdaus.(foto: istimewa)

CIANJUR,iNewsCianjur.id – Jumlah penerima bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako di Kabupaten Cianjur, mengalami penurunan pada 2026. Pengurangan paling signifikan terjadi pada penerima bantuan sembako yang berkurang sekitar 30.000 orang dibandingkan tahun sebelumnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Cianjur, Handika Firdaus, mengatakan, jumlah penerima PKH pada 2026 tercatat sekitar 96.000 jiwa, turun dari sekitar 98.000 jiwa pada 2025.

Sementara itu, penerima bantuan sembako menyusut dari sekitar 197.000 jiwa pada 2025 menjadi 167.000 jiwa pada 2026.

Menurut Handika, penurunan tersebut berkaitan dengan penyesuaian data penerima berdasarkan tingkat kesejahteraan masyarakat serta kuota bantuan yang ditetapkan pemerintah pusat.

“Warga dari desil 1 sampai desil 5 otomatis diprioritaskan. Tentunya kami prioritaskan, karena pemerintah pusat juga memprioritaskan warga dalam desil tersebut untuk mendapatkan bantuan. Namun, penetapannya tetap melihat kuota yang telah dialokasikan pemerintah pusat,” kata pria yang akrab disapa Dika itu, Senin (2/11/2026).

Ia menjelaskan, desil merupakan pengelompokan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi. Desil 1 menunjukkan kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sedangkan desil berikutnya menunjukkan tingkat kesejahteraan yang relatif lebih tinggi.

Dalam kondisi kuota terbatas, masyarakat yang masuk desil 1 dan 2 menjadi prioritas utama penerima bantuan. Selanjutnya, kelompok desil 3, 4, dan 5 dipertimbangkan sesuai ketersediaan kuota yang dialokasikan pemerintah pusat.

Di tengah penurunan jumlah penerima, Dinsos Cianjur terus melakukan pemutakhiran data bansos setiap bulan. Pembaruan dilakukan dengan menghimpun data dari seluruh desa untuk memastikan informasi mengenai kondisi sosial ekonomi masyarakat sesuai dengan keadaan terkini.

Pemutakhiran tersebut juga mencakup warga yang mengalami perubahan tingkat kesejahteraan, baik masyarakat yang kondisi ekonominya membaik maupun mereka yang mengalami penurunan kemampuan ekonomi.

Dika berharap pembaruan data secara berkala dapat meningkatkan ketepatan penyaluran bantuan, sehingga program perlindungan sosial benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

“Melalui pembaruan data ini, diharapkan penyaluran bantuan sosial dapat lebih tepat sasaran sehingga benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya.

Editor : Yanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network