CIANJUR,iNewsCianjur.id- Keterbatasan pasokan air irigasi membuat para petani di Desa Purabaya, Kecamatan Leles, Kabupaten Cianjur, masih bergantung pada curah hujan untuk memenuhi kebutuhan pengairan sawah.
Kepala Desa Purabaya, Hendarso mengaku, meski jaringan irigasi sudah tersedia, pasokan air yang ada belum mampu mencukupi kebutuhan seluruh lahan pertanian. Kondisi ini menjadi tantangan bagi petani, terutama saat memasuki musim tanam padi.
"Berdasarkan kondisi di lapangan, ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kelancaran aktivitas pertanian. Ketika hujan mulai turun, para petani pun memanfaatkan momentum tersebut untuk mempersiapkan lahan dan melakukan persemaian," ujarnya, Senin (26/10/2026).
Menurutnya, sebanyak 16 kelompok tani di Desa Purabaya saat ini mulai melakukan persiapan menghadapi musim tanam padi. Aktivitas petani masih berfokus pada pembenahan lahan dan persiapan pengolahan sawah.
"Di sisi lain, keberadaan irigasi yang belum menjangkau seluruh kebutuhan lahan menjadi perhatian penting dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian ditempat kami," jelasnya.
Hendarso mengatakan, para petani berharap adanya peningkatan sarana dan pemerataan distribusi air irigasi agar kebutuhan pengairan sawah dapat terpenuhi secara lebih optimal.
Dengan dukungan infrastruktur pengairan yang memadai, para petani di Desa Purabaya diharapkan dapat menjalani musim tanam dengan lebih baik dan tidak terus bergantung pada turunnya hujan.
Editor : Yanto
Artikel Terkait
