Namun, hingga dilakukan sidak kembali oleh Satgas Citarum Harum, perbaikan tersebut disebut belum direalisasikan.
“Sudah pernah disidak rekan-rekan dari DLH, sudah dikasih warning untuk memperbaiki IPAL-nya, tapi hingga saat ini tidak ada action. Makanya saya sangat-sangat kecewa,” tegasnya.
Menurutnya, kondisi tersebut bertolak belakang dengan upaya menjaga kebersihan sungai di Jawa Barat, khususnya di wilayah Kabupaten Cianjur.
“Semua masyarakat menginginkan adanya kebersihan di jalur-jalur sungai yang ada di Jawa Barat, terutama di Cianjur. Tapi kenyataannya seperti ini. Salah satu SPPG ini menurut saya sudah keterlaluan,” ujarnya.
Dansektor menegaskan, Satgas Citarum Harum Sektor 6 Cianjur selanjutnya akan berkoordinasi dengan DLH Kabupaten Cianjur terkait temuan tersebut. Satgas juga berencana melaporkan hasil pemeriksaan kepada Posko Satgas Citarum Harum pusat di Bandung untuk mendapatkan tindak lanjut.
“Yang pasti kami dari Satgas Citarum Harum Sektor 6 Cianjur mungkin akan melaporkan hal ini ke posko Satgas pusat yang ada di Bandung. Mudah-mudahan ada perhatian khusus kepada SPPG ini supaya bisa membenahi IPAL-nya maupun yang lainnya,” katanya.
Sementara itu, Mitra SPPG Mekargalih, Hesti mengakui terdapat kekurangan pada pengelolaan dan kebersihan IPAL, termasuk adanya salah satu pipa paralon yang terlepas.
Editor : Ayi Sopiandi
Artikel Terkait
