CIANJUR, iNewsCianjur.id — Harapan warga untuk memiliki akses penghubung yang aman masih belum terwujud. Jembatan Bojongbitung di Kampung Bojongbitung, RT 06/RW 01, Desa Sukasirna, Kecamatan Leles, Kabupaten Cianjur, hingga kini masih berupa jembatan rawayan.
Padahal, jembatan tersebut menjadi akses penting bagi masyarakat dari sedikitnya empat desa, yakni Desa Walahir, Puncakwangi, Mandalawangi, dan Sirnasari, menuju wilayah Kecamatan Leles melalui Desa Sukasirna.
Kondisi jembatan yang belum permanen itu dikhawatirkan membahayakan keselamatan warga, terutama saat musim hujan ketika debit Sungai Cisokan meningkat.
Kepala Desa Sukasirna, Habib Latif, mengatakan usulan pembangunan jembatan permanen telah diajukan kepada pemerintah sejak 2024. Bahkan, lokasi tersebut sempat ditinjau dan disurvei oleh pihak terkait.
Namun, hingga kini pembangunan jembatan beton yang diharapkan masyarakat belum juga terealisasi.
“Usulan pembangunan jembatan permanen sebenarnya telah diajukan kepada pemerintah sejak 2024. Bahkan, lokasi tersebut sempat ditinjau dan disurvei oleh pihak terkait. Warga saya berharap jembatan ini bisa diganti menjadi jembatan beton,” ujar Habib, Senin (14/9/2026).
Menurutnya, Jembatan Bojongbitung memiliki panjang sekitar 36 meter, tinggi 12 meter, dan lebar 5 meter. Sementara itu, kebutuhan anggaran untuk membangun jembatan permanen diperkirakan mencapai Rp4 miliar hingga Rp5 miliar.
Habib menuturkan, persoalan jembatan tersebut bukan hanya menyangkut kenyamanan, tetapi juga keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat.
Editor : Ayi Sopiandi
Artikel Terkait
