Kemarau Mulai Cekik Petani Sindangbarang, Air Menipis hingga Biaya Produksi Membengkak

Gusti Wilantara
Pengecekan sawah cetak di Kecamatan Sindangbarang, Cianjur selatan. Foto: Gusti Wilantara.

Untuk menyelamatkan tanaman, petani menerapkan sistem penyiraman secara bergiliran. Langkah tersebut dilakukan agar pasokan air yang terbatas dapat dibagi secara merata.

Meski kondisi lahan mulai kering, Rohman menyebut hingga kini belum ada laporan petani di Sindangbarang yang mengalami gagal panen atau puso akibat kekeringan. Sebagian lahan bahkan sudah memasuki masa panen.

"Petani yang tidak mendapatkan pasokan air yang mencukupi memilih beralih ke tanaman palawija," katanya.

Sebagai langkah mitigasi, pemerintah juga berupaya memberikan bantuan sumur bor serta melakukan identifikasi terhadap kondisi lahan sawah dan kebutuhan bantuan pertanian di masing-masing wilayah.

Editor : Ayi Sopiandi

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network