Kemarau Mulai Cekik Petani Sindangbarang, Air Menipis hingga Biaya Produksi Membengkak

Gusti Wilantara
Pengecekan sawah cetak di Kecamatan Sindangbarang, Cianjur selatan. Foto: Gusti Wilantara.

CIANJUR, iNewsCianjur.idMusim kemarau mulai membawa ancaman bagi petani di Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur. 

Sejumlah lahan pertanian, terutama sawah tadah hujan, mulai mengering seiring semakin terbatasnya pasokan air.

Kepala UPTD Pertanian Sindangbarang, Rohman, mengatakan kondisi tersebut membuat petani harus mencari berbagai cara agar tanaman tetap mendapatkan pasokan air. Sebagian petani masih dapat menanam padi karena lahannya berada dekat aliran sungai atau memiliki sumber air.

Sementara petani lainnya terpaksa mengandalkan sumur bor. Namun, kondisi kemarau turut membuat debit air sumur bor menurun, begitu pula aliran sungai yang semakin menyusut.

"Keterbatasan air berdampak terhadap tanaman yang sedang ditanam. Pertumbuhan tanaman menjadi kurang optimal dan hasil panen berpotensi tidak maksimal," ujar Rohman, Senin (24/8/2026).

Editor : Ayi Sopiandi

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network