Pengalaman paling menegangkan terjadi belum lama ini. Saat melintas di jalan pelosok kawasan bedeng, laju ambulance mendadak terhenti. Di depannya, seekor ular sanca kembang melintang di badan jalan.
Jalan yang lebarnya hanya sekitar 2,5 meter itu tertutup sepenuhnya oleh tubuh ular. Ncuy memperkirakan panjangnya mencapai 10 meter, membentang tanpa bergerak.
Ia hanya bisa diam di balik kemudi, menunggu dengan jantung berdegup kencang. Tak ada pilihan lain, karena ruang untuk menghindar nyaris tidak ada.
Dalam kesunyian malam itu, waktu terasa berjalan lambat. Hingga akhirnya, ular tersebut perlahan bergerak menepi, membuka jalan bagi ambulance untuk melanjutkan perjalanan.
Bagi Ncuy, pengalaman-pengalaman itu bukan alasan untuk berhenti. Ia tetap menjalani pekerjaannya dengan tenang, meski kadang harus berdamai dengan rasa takut.
“Sudah terbiasa,” ucapnya singkat.
Di balik tugas mulianya mengantar yang hidup dan yang telah tiada, Ncuy menyimpan kisah-kisah yang tak semua orang berani dengar. Kisah tentang perjalanan sunyi, bayangan tanpa wajah, dan misteri yang seolah ikut menumpang di balik blankar ambulance.
Editor : Ayi Sopiandi
Artikel Terkait
