CIANJUR, iNewsCianjur.id — Lonjakan arus wisata dan pemudik pasca Lebaran membawa dampak ekonomi positif bagi pelaku jasa fotografi jalanan di kawasan Puncak Pass, Kabupaten Cianjur.
Momentum libur panjang dimanfaatkan wisatawan untuk beristirahat sekaligus mengabadikan momen bersama keluarga di kawasan pegunungan dan perkebunan teh tersebut.
Kepadatan lalu lintas dengan sistem buka-tutup di jalur Puncak mendorong banyak pengendara berhenti sejenak. Situasi ini dimanfaatkan pengunjung untuk menikmati udara sejuk sekaligus berfoto, sehingga membuka peluang bagi fotografer lokal menawarkan jasa foto instan.
Salah seorang wisatawan asal Karawang, Viko, mengaku sengaja singgah ke Puncak untuk berlibur sambil mendokumentasikan momen kebersamaan. Ia menilai suasana alam yang sejuk menjadi daya tarik tersendiri dibandingkan kondisi di daerah asalnya yang cenderung panas.
Di sisi lain, sekitar 20 fotografer lokal tercatat beroperasi di kawasan Puncak Pass selama periode libur Lebaran. Mereka menawarkan layanan foto dengan tarif terjangkau, rata-rata Rp7.500 per lembar foto, lengkap dengan pengiriman hasil dalam format digital langsung ke ponsel pelanggan. Beberapa di antaranya juga memberikan potongan harga untuk pemesanan dalam jumlah banyak.
Salah satu fotografer, Yaya Kosasih, menyebutkan peningkatan pendapatan yang signifikan selama periode libur Lebaran. Pada hari biasa, penghasilannya berkisar Rp200 ribu per hari. Namun saat libur Lebaran dengan kondisi cuaca cerah, pendapatan dapat mencapai hingga Rp1 juta, sementara saat hujan berada di kisaran Rp600 ribu hingga Rp700 ribu.
Aktivitas wisata yang meningkat di kawasan Puncak Pass pasca Lebaran tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat lokal. Peluang ini dimanfaatkan pelaku usaha kecil, termasuk fotografer, untuk meningkatkan pendapatan di tengah tingginya mobilitas wisatawan.
Editor : Ayi Sopiandi
Artikel Terkait
