Sebagai langkah preventif, Disdikpora juga memperkuat koordinasi dengan satuan pendidikan, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) di wilayah Kabupaten Cianjur.
Apabila ditemukan indikasi keterlibatan siswa dalam aksi perang sarung, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan aparat keamanan, termasuk kepolisian sektor dan Polres Cianjur, untuk penanganan lebih lanjut.
“Setiap kasus akan ditangani sesuai ketentuan yang berlaku. Selain penegakan aturan, kami juga mengedepankan pendekatan pembinaan agar anak-anak tidak mengulangi perbuatannya,” jelas Ruhli.
Ia menambahkan, fenomena perang sarung kerap muncul hampir setiap tahun selama Ramadan. Karena itu, upaya pencegahan dinilai lebih efektif dibandingkan penindakan semata.
“Ini menjadi perhatian rutin setiap Ramadan. Kami ingin memastikan fenomena tersebut tidak berkembang dan tidak sampai menimbulkan korban. Pencegahan harus dilakukan sejak dini, melalui sinergi sekolah, orang tua, dan masyarakat,” pungkasnya.
Editor : Ayi Sopiandi
Artikel Terkait
