Menurutnya, jalan kabupaten yang seharusnya menjadi akses vital penghubung antar desa kini justru berubah menjadi ancaman keselamatan. Tak sedikit pengendara yang terjatuh karena tidak menyadari adanya lubang, terutama saat musim hujan ketika jalan tergenang air.
Kondisi tersebut juga berdampak pada sektor ekonomi warga. Distribusi hasil pertanian terhambat karena kendaraan sulit melintas, bahkan ongkos angkut meningkat sehingga harga jual ikut terdongkrak.
“Kalau jalan dibiarkan seperti ini, bukan hanya menghambat aktivitas warga, tetapi juga membahayakan keselamatan. Penanaman pohon pisang ini sebagai bentuk harapan agar pemerintah melihat langsung kondisi jalan yang rusak,” ungkapnya.
Di tempat terpisah, Muksin (43), salah seorang pengendara yang kerap melintasi jalur tersebut, menuturkan bahwa kerusakan jalan sudah berlangsung lama dan semakin parah saat musim hujan.
“Kami berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan perbaikan. Jalan ini jalur utama penghubung aktivitas sosial dan ekonomi warga dua desa. Kalau tidak ada perbaikan serius, kerusakan akan semakin meluas,” pungkasnya.
Editor : Ayi Sopiandi
Artikel Terkait
