CIANJUR, iNewsCianjur.id – Kekhawatiran mendalam menyelimuti warga Kampung Jogjogan, Desa Cidamar, Kecamatan Cidaun.
Mereka yang bermukim di bantaran Sungai Cidamar kini hidup dalam bayang-bayang ancaman banjir akibat kondisi tanggul yang semakin memprihatinkan dan rawan jebol.
Salah seorang warga, Endang Kartiwa, mengungkapkan rasa takutnya terhadap potensi jebolnya tanggul yang dinilai dapat mengancam keselamatan ribuan jiwa. Ia mengaku pernah merasakan langsung dampak saat tanggul tersebut jebol beberapa waktu lalu.
“Kondisi tanggul saat ini sangat rawan dan bisa kembali jebol kapan saja, apalagi curah hujan masih tinggi dalam beberapa hari terakhir,” ujar Endang kepada iNewsCianjur.id, Rabu (4/2/2026).
Endang menjelaskan, jika tanggul Sungai Cidamar kembali jebol, dampaknya diperkirakan akan sangat luas. Selain mengancam keselamatan warga, banjir berpotensi merendam sekitar 300 hektare lahan persawahan, ternak milik warga, serta merusak berbagai fasilitas umum seperti rumah, sekolah, perkantoran, dan tempat ibadah.
“Sebagai warga, saya merasa sangat terancam. Saat tanggul jebol kemarin saja saya ikut terdampak. Kalau sekarang sampai jebol lagi, bukan hanya puluhan warga, tapi bisa lebih dari 4.000 jiwa yang terancam,” jelasnya.
Ia menambahkan, kondisi tanggul yang semakin rapuh membuat warga terus diliputi kecemasan. Masyarakat khawatir banjir datang secara tiba-tiba, terutama pada malam hari saat sebagian besar warga sedang beristirahat.
Editor : Ayi Sopiandi
Artikel Terkait
