CIANJUR, iNewsCianjur.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur memastikan hingga awal Februari 2026 belum ditemukan kasus suspek virus nipah di wilayah Cianjur. Meski demikian, kewaspadaan tetap diperketat seiring meningkatnya perhatian global terhadap penyakit zoonosis berbahaya tersebut.
Kepala Dinkes Kabupaten Cianjur, dr. I Made Setiawan, mengatakan pihaknya telah menerima Surat Edaran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/C/445/2026 tertanggal 30 Januari 2026 tentang kewaspadaan terhadap virus nipah. Surat edaran ini menjadi dasar penguatan langkah antisipasi di daerah.
“Sejauh ini belum ada laporan kasus di Cianjur maupun pengumuman resmi terkait temuan Virus Nipah di Indonesia. Namun, kami tetap meningkatkan kewaspadaan sesuai arahan Kemenkes,” ujar dr. I Made, Selasa (3/2/2026).
Dia menjelaskan, melalui surat edaran tersebut, Kemenkes menginstruksikan seluruh jajaran dinas kesehatan, rumah sakit, puskesmas, laboratorium kesehatan serta unit kekarantinaan untuk memperkuat sistem deteksi dini, kesiapsiagaan layanan, dan pemantauan kesehatan masyarakat.
Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Cianjur mengimbau masyarakat agar konsisten menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Menurut dr. I Made, menjaga daya tahan tubuh merupakan kunci utama dalam mencegah penularan berbagai penyakit menular.
Editor : Ayi Sopiandi
Artikel Terkait
